Sleman, Gradasigo - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Olahan Roti dan Kue (Pastry) di Pendopo Huntap Dongkelsari, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan. Pelatihan intensif ini dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 29 September 2026.
Program yang diikuti oleh 20 pegiat UMKM kuliner lokal ini dirancang sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha kecil di tengah kompetisi pasar yang kian ketat.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti, S.T., yang membuka acara secara resmi, menegaskan pentingnya intervensi pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi warga berbasis potensi wilayah.
"Kami di legislatif berkomitmen penuh mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Pelatihan ini bukan sekadar mengajari resep, melainkan mendorong pelaku usaha kecil agar berani naik kelas, memperbaiki kualitas produk, dan memperluas jangkauan pasar," tegas Ani dalam sambutannya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya dibimbing teknik produksi pastry oleh chef profesional, tetapi juga mendapatkan pendampingan bisnis secara holistik dari para praktisi usaha DBM Academy Yogyakarta. Materi pendampingan meliputi penyusunan laporan keuangan usaha kecil, pengurusan legalitas dan perizinan, strategi pemasaran, hingga tata kelola manajemen operasional.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pengembangan Produksi Industri sekaligus Kepala Seksi Pengembangan Produksi Disperindag Kabupaten Sleman, Priyo Sulaksono, S.T., menekankan pentingnya standardisasi mutu produk kuliner. Menurutnya, inovasi resep harus berjalan selaras dengan manajemen bisnis yang rapi.
"Peserta diharapkan dapat menyerap seluruh materi secara maksimal. Peningkatan kualitas dan standardisasi produk menjadi kunci utama agar olahan kuliner lokal Sleman memiliki daya saing tinggi di pasar," ujar Priyo.
Sinergi lintas sektor ini turut mendapat apresiasi dari Panewu Cangkringan, Tamzis Sarwana, S.Sos., M.I.P. Ia meyakini pelatihan yang dipusatkan di kawasan hunian tetap Dongkelsari ini mampu menggerakkan roda perekonomian warga lokal sekaligus melahirkan wirausahawan baru yang mandiri dan berkelanjutan. (oni)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio