Bandung, Gradasigo - Kalau dipikir-pikir, skenario akhir musim Super League 2025/2026 kemarin itu penuh plot twist. Borneo FC memang mengamuk dengan membantai Malut United 7-1. Tapi berkat regulasi head-to-head, hasil imbang 0-0 antara Persib Bandung vs Persijap Jepara di Stadion GBLA sudah lebih dari cukup untuk mengunci takhta juara. Poin akhir mereka boleh saja kembar di angka 79, tapi Maung Bandung yang berhak mengangkat trofi.
Drama poin kembar yang bikin jantungan sampai pekan ke-34 begini bukan yang pertama kali terjadi. Kalau ditarik mundur, memori kita bakal melempar ingatan ke musim 2017 saat Bhayangkara FC mengungguli Bali United dengan drama serupa.
Data dan Fakta Tinta Emas Persib
Keberhasilan Persib mempertahankan gelar kali ini melahirkan beberapa catatan bersejarah:
- Persib sah jadi tim pertama di era profesional yang sukses mencetak hattrick juara liga tiga musim berturut-turut.
- Bojan Hodak, pelatih asal Kroasia ini jadi orang pertama di Indonesia yang bisa juara tiga kali beruntun dengan satu klub , hebatnya lagi lewat tiga format kompetisi berbeda (Liga 1, Championship Series, dan Super League).
- Angka 79 poin milik Persib resmi jadi perolehan poin tertinggi bagi tim juara sejak tahun 2017, melewati rekor Bali United dan PSM Makassar (75 poin).
- Sepanjang 34 laga, gawang mereka cuma jebol 22 kali. Ini rekor pertahanan terbaik kedua sepanjang sejarah liga setelah Persipura pada 2013 lalu.
Respek Tinggi untuk Para Rival
Menariknya, di tengah euforia ini, manajemen Persib justru langsung melempar pujian dan rasa hormat kepada Borneo FC dan Persija Jakarta. Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, berterima kasih karena para rival telah menciptakan atmosfer kompetisi yang begitu kompetitif hingga detik akhir.
Bojan Hodak sendiri mengakui musim ini jauh lebih menguras keringat karena timnya kehilangan beberapa pilar kunci dan banyak merombak skuad. Namun, mentalitas juara dan sinergi kolektif bersama Bobotoh berhasil menyatukan kepingan teka-teki itu menjadi sebuah piala.
Dengan menyematkan bintang kelima di atas logo mereka (total 5 gelar juara era profesional sejak 1994), Persib resmi melewati rekor 4 gelar milik Persipura dan kini siap menatap panggung Asia. (*)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio