Bali, Gradasigo - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan resmi memfasilitasi uji kompetensi bagi 300 peserta didik kursus keterampilan perhotelan dan spa. Langkah strategis bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini disiapkan sebagai pijakan utama sebelum para peserta diberangkatkan bekerja ke luar negeri.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan kualifikasi tenaga kerja global. Melalui pendanaan daerah, Pemkab Badung memastikan para peserta didik lembaga kursus dan pelatihan (LKP) tidak hanya dibekali kemampuan praktis, tetapi juga mengantongi legalitas kompetensi yang diakui secara resmi.
Pelaksanaan uji kompetensi yang berlangsung pada Selasa (29/9) di Hotel Grand Istana Rama Kuta, Bali, ini terwujud atas kolaborasi lintas lembaga. Dinas Pendidikan Badung menggandeng Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Perhotelan, Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP), serta Forum Lembaga Kursus Perhotelan dan Kapal Pesiar Indonesia (FPKPI).
Agenda krusial ini turut mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Hadir di lokasi acara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Suparto, Ph.D., bersama jajaran pimpinan organisasi vokasi, termasuk Ketua Umum dan Sekjen DPP Forum PLKP, Ketua FPKPI, serta Ketua LSK Perhotelan.
Ketua Umum DPP Forum PLKP, Zoelkifli M. Adam, berharap dinas pendidikan di kabupaten/kota lainnya dapat menyelenggarakan kegiatan serupa. "Langkah ini berdampak sangat besar bagi lulusan lembaga kursus untuk bisa bersaing dan terserap di dunia kerja," ujar Zoelkifli.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas urgensi penyelarasan antara standar pelatihan lokal dengan kebutuhan industri hospitality internasional. Sinergi ini ditargetkan mampu mengikis jarak antara lulusan lembaga kursus dan ekspektasi pasar kerja global yang kian kompetitif.
Melalui program fasilitasi ini, Pemerintah Kabupaten Badung optimistis para lulusan LKP dapat terserap secara profesional di pasar kerja mancanegara. Keberadaan sertifikasi resmi ini menjadi jaminan kualitas bahwa lulusan kursus asal Badung memiliki daya saing tinggi, sekaligus mampu menjaga reputasi SDM Indonesia di kancah internasional. (oni)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio