News

LKP Alvy School Gandeng Industri Fesyen, Mantapkan Kompetensi Wirausaha Peserta PKW

Peserta didik program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) LKP Alvy School didampingi instruktur saat menyelesaikan proses pewarnaan motif kain batik dalam kegiatan pemagangan dan Project-Based Learning (PjBL) di workshop Batik Sekar Langit, Banjarnegara. Praktik ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi teknis sebelum mereka menerjunkan diri ke dunia usaha mandiri. (Foto: Dok. LKP Alvy School Wonosobo)

Peserta didik program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) LKP Alvy School didampingi instruktur saat menyelesaikan proses pewarnaan motif kain batik dalam kegiatan pemagangan dan Project-Based Learning (PjBL) di workshop Batik Sekar Langit, Banjarnegara. Praktik ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi teknis sebelum mereka menerjunkan diri ke dunia usaha mandiri. (Foto: Dok. LKP Alvy School Wonosobo)

Wonosobo, Gradasigo - Guna memastikan kesiapan peserta didik dalam menghadapi dinamika dunia usaha yang riil, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Alvy School kembali mengambil langkah strategis. Pada 20 dan 22 Juli 2026, jajaran manajemen LKP Alvy bersama pengajar Alvin Aribowo turun langsung memantau progres pemagangan sekaligus Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) peserta program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Kemendikdasmen.

Agenda ini tidak sekadar evaluasi lapangan biasa. Momentum tersebut dimanfaatkan secara paralel untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan enam mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di bidang fesyen serta tata rias lintas daerah.

Kemitraan strategis ini menggandeng Butik Omah Tjilik Kebaya, Noey Rofi, David Briyan Atelier, serta Oppa Mua & Costum di wilayah Wonosobo. Tak berhenti di tingkat lokal, jangkauan kolaborasi ini turut meluas hingga ke Ima Color Handmade di Purworejo dan Batik Sekar Langit di Banjarnegara.

Supervisi intensif ini menjadi fase krusial untuk mematangkan mental serta keterampilan peserta sebelum mereka benar-benar terjun membangun usaha mandiri.

Selama periode magang berdurasi 250 Jam Pelajaran (JP), para peserta tidak hanya mengamati operasional industri dari jauh. Mereka ditantang menyelesaikan tugas akhir berupa penanganan pesanan nyata (real order) langsung dari pelanggan di tiap tempat magang. Pengalaman praktis ini menjadi ujung tombak agar standar kualitas karya peserta mampu menjawab presisi dan preseden pasar.

Langkah proaktif ini sejalan dengan rekam jejak LKP Alvy School yang berdiri sejak tahun 2006 di Kertek, Wonosobo. Lembaga bernomor NPSN K5660869 ini secara konsisten terus mengukuhkan perannya sebagai inkubator tenaga terampil dan wirausahawan baru.

Meski dikenal lewat program unggulan Tata Busana (Fashion Design/Garment) dan Mengemudi, LKP Alvy School juga membuka akses pelatihan komputer hingga persiapan kerja perhotelan dan kapal pesiar. Melalui kombinasi pembelajaran offline maupun online, serta dukungan beasiswa seperti Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan PKW, LKP Alvy School berkomitmen terus melahirkan lulusan berdaya saing tinggi yang siap terserap industri maupun mandiri secara finansial.

Tentang LKP Alvy School

LKP Alvy School adalah lembaga pelatihan kerja dan kewirausahaan vokasi yang berpusat di Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berizin resmi dan terakreditasi, LKP Alvy School berfokus pada pengembangan keterampilan siap kerja dan pembentukan mentalitas wirausaha di berbagai bidang vokasi. (*)

Related Post