Jakarta, Gradasigo - Panggung budaya di Auditorium LPP RRI Jakarta dipastikan bakal bergetar pada Sabtu, 30 Mei 2026 mendatang. Namun, helatan kali ini bukan sekadar tontonan rekreasi biasa. Di balik kelir kain putih, sebuah misi penyelamatan digital sedang disiapkan secara apik oleh Ki Dalang Bambang Asmoro lewat kepiawaiannya memainkan lakon wayang kulit "Banjaran Bismo".
Pemilihan lakon ini jelas bukan tanpa makna yang mendalam. Penonton akan diajak menyelami riwayat hidup Resi Bisma, mulai dari ikrar sumpah setianya untuk hidup membujang demi kebahagiaan sang ayah, hingga detik-detik gugurnya sang ksatria tua di medan laga Bharatayudha. Kisah epik ini sengaja dihadirkan sebagai cermin keteguhan jiwa.
Menariknya, pertunjukan tradisional ini akan mendobrak pakem konvensional. Tepat saat jam menunjukkan pukul 22.00 WIB di tengah babak pertunjukan, Ki Bambang Asmoro bakal melompati batas tradisi. Dari atas panggung, sang dalang akan berdialog interaktif dengan Donny Budi Utoyo dari Siberkreasi. Keduanya siap menyisipkan wejangan literasi digital secara renyah, jenaka, dan adaptif agar mudah dicerna.
Langkah teatrikal yang segar ini menjadi strategi taktis BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama RRI Jakarta dan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) dalam membentengi kelompok lanjut usia (lansia). Realitas hari ini memperlihatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi, generasi senja justru kerap menjadi sasaran empuk praktik penipuan daring hingga sebaran badai hoaks. Lewat edukasi kultural ini, pemerintah berkomitmen agar ruang digital tidak menjelma menjadi momok menakutkan yang mengasingkan orang tua dari lingkungan keluarganya.
Kepala BPSDM Kemkomdigi, Bonifasius W. Pudjianto, Ph.D, dijadwalkan hadir langsung untuk memberikan jaminan konkret bahwa negara senantiasa hadir menciptakan ekosistem digital yang aman dan inklusif.
Tidak berjalan sendirian, sinergi ini turut menggandeng Ketua Dewan Pengawas RRI Jakarta, Anwar Mujahid A.T., serta Dr. RA. Loretta dari DNIKS guna mengupas tuntas urgensi kemandirian sosial bagi lansia. Melalui kolaborasi ini, media konvensional seperti radio ditransformasikan kembali menjadi sahabat setia yang menuntun para lansia agar tidak gagap teknologi di era modern.
Sebagai bentuk komitmen moral yang nyata, jalannya acara juga akan diwarnai pembacaan Deklarasi Lansia Indonesia bertajuk "Maju Bersama, Berdaya di Usia Senja" sebagai gerakan bersama melawan penyebaran berita bohong.
Bagi masyarakat yang tertarik menyaksikan langsung kelihaian Ki Bambang Asmoro merajut nilai tradisi dan edukasi modern ini, pintu auditorium akan dibuka secara gratis untuk umum mulai pukul 20.00 WIB. Namun, bagi Anda yang terkendala jarak, pergelaran ini tetap bisa dinikmati secara langsung melalui siaran radio 92,8 FM, kanal YouTube RRI Jakarta, hingga tayangan live streaming di Jowo TV.
Melalui filosofi lakon Banjaran Bismo, pesan besarnya sangat jelas di usia senja, lansia tidak boleh lagi sekedar menjadi penonton pasif yang rentan, melainkan harus mampu tampil sebagai subjek yang bijak, mandiri, dan bermartabat di dunia maya. (*)

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio