News

Tembus Pasar Global, 3.600 Lulusan SMK dan LKP Kerja di Jerman hingga Jepang

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (tengah depan berpeci), bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tiga dari kanan depan), berfoto bersama para lulusan SMK dan LKP dalam prosesi Pelepasan 3.600 Lulusan Vokasi Bekerja di Luar Negeri di Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5). Acara yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini menandai kesiapan SDM unggul Indonesia bersaing di panggung kerja global. (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (tengah depan berpeci), bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tiga dari kanan depan), berfoto bersama para lulusan SMK dan LKP dalam prosesi Pelepasan 3.600 Lulusan Vokasi Bekerja di Luar Negeri di Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5). Acara yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini menandai kesiapan SDM unggul Indonesia bersaing di panggung kerja global. (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

Surabaya, Gradasigo - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi melepas 3.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di pasar global. Momentum krusial ini menandai babak baru penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di kancah internasional melalui jalur pendidikan vokasi formal dan nonformal.

Seremonial pelepasan yang digelar secara luring dan daring di Islamic Center Surabaya pada Rabu (20/5) ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Langkah strategis ini menjadi simbol konkret kebangkitan generasi muda yang siap bersaing mengandalkan keterampilan, kompetensi, dan karakter unggul.

Secara simbolis, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyematkan jaket kerja lapangan kepada perwakilan lulusan.

"Pelepasan 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP untuk bekerja di luar negeri ini merupakan sejarah dan tonggak baru. Langkah ini penting demi memfasilitasi anak-anak Indonesia mencapai cita-cita mulia, baik bagi diri mereka sendiri maupun bangsa negara," ujar Abdul Mu'ti dalam sambutannya.

Para Pahlawan Devisa yang diberangkatkan kali ini berasal dari 411 SMK dan 30 LKP di seluruh penjuru Indonesia. Mereka berhasil menembus pasar kerja internasional di berbagai negara penempatan strategis, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, Australia, hingga Turki. Di sana, para lulusan akan mengisi sektor-sektor produktif yang membutuhkan keahlian khusus, seperti manufaktur, pertanian, konstruksi, dan hospitality.

Komitmen pemenuhan tenaga kerja global ini terus menunjukkan tren positif. Dalam setahun terakhir, akumulasi lulusan vokasi yang berhasil dikirim ke luar negeri telah menembus angka lebih dari 6.000 orang, membuktikan bahwa link and match pendidikan vokasi di tanah air kian adaptif terhadap kebutuhan industri global. (*)

Related Post