BANJARBARU, gradasigo – Di tengah tantangan penyerapan tenaga kerja yang kian kompetitif, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Borneo Skill mengambil langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat lokal.
Melalui kemitraan dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen RI, lembaga yang berbasis di Landasan Ulin Utara ini secara resmi menyelenggarakan program Pelatihan Kewirausahaan Otomotif yang intensif dan berkelanjutan.
Visi Besar di Balik Ruang Pelatihan
Program yang berlangsung sejak 23 November hingga 15 Desember 2025 ini diikuti oleh 15 peserta terpilih. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pemuda putus sekolah hingga lulusan baru yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan tetap. Namun, satu benang merah menyatukan mereka: keinginan kuat untuk berdikari dan menciptakan lapangan kerja sendiri.
Pimpinan LKP Borneo Skill, Fitriyanie, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan teknis, melainkan sebuah misi pemberdayaan.
"Kami melihat potensi besar pada pemuda kita. Melalui durasi 150 jam pelajaran, kami menggembleng mereka tidak hanya untuk mahir di bidang otomotif, tetapi juga cerdas dalam melihat peluang bisnis," ujarnya.
Kurikulum Komprehensif dan Fasilitas Modern
Berlokasi di Jalan Sriwijaya RT. 007, Banjarbaru, LKP Borneo Skill menyediakan ekosistem belajar yang ideal. Fasilitas ruang kelas yang ergonomis serta peralatan presentasi mutakhir mendukung metode pembelajaran yang variatif, mulai dari bedah studi kasus, diskusi interaktif, hingga praktik lapangan yang menyentuh realita pasar.
Fokus utama lembaga ini pada bidang otomotif, khususnya sepeda motor dan kendaraan ringan, menjadi nilai tambah yang signifikan. Peserta diajarkan bagaimana mengelola bengkel secara profesional, mulai dari manajemen arus kas, strategi pemasaran digital, hingga pelayanan pelanggan yang unggul.
Semangat Kolaboratif dan Mentoring Intensif
Suasana pelatihan digambarkan sangat dinamis. Para narasumber yang merupakan praktisi kewirausahaan berpengalaman tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menjadi mentor yang memberikan kritik konstruktif terhadap ide bisnis peserta. Antusiasme terpancar saat peserta mulai merancang business plan mereka sendiri.
"Kami tidak ingin peserta merasa sendirian setelah pelatihan ini berakhir," tambah Fitriyanie.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, LKP Borneo Skill menjanjikan pendampingan pasca-pelatihan selama beberapa bulan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa unit usaha yang dirintis peserta dapat melewati fase kritis di awal operasional.
Dampak Sosial dan Kontribusi Nasional
Kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari upaya nasional untuk menekan angka pengangguran melalui jalur pendidikan vokasi. Dengan membekali masyarakat dengan keahlian spesifik dan jiwa kewirausahaan, LKP Borneo Skill turut berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat dan penguatan ekonomi regional di Kalimantan Selatan.
Melalui program ini, LKP Borneo Skill membuktikan bahwa lembaga kursus memiliki peran vital sebagai jembatan antara angkatan kerja dan kemandirian ekonomi. Bagi masyarakat yang ingin bertransformasi menjadi pengusaha otomotif handal, pintu di Jalan Sriwijaya selalu terbuka lebar sebagai kawah candradimuka para calon wirausaha masa depan.

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio