News

Perkuat Mutu Tenaga Kerja Vokasi ke Jepang, Pengurus J-Pro 2026-2031 Resmi Dilantik

Ketua Umum Japan Language Professionals Federation (J-Pro) Nur Prabandari (tengah) bersama jajaran pengurus dan Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI berfoto usai resmi dikukuhkan di Plaza Festival, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Dok. Tim Media Forum PLKP)

Ketua Umum Japan Language Professionals Federation (J-Pro) Nur Prabandari (tengah) bersama jajaran pengurus dan Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI berfoto usai resmi dikukuhkan di Plaza Festival, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Dok. Tim Media Forum PLKP)

JAKARTA, Gradasigo - Tingginya permintaan tenaga kerja terampil Indonesia di pasar global, khususnya Jepang, kini menuntut standardisasi kompetensi yang jauh lebih presisi. Menjawab urgensi struktural tersebut, Japan Language Professionals Federation (J-Pro) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Plaza Festival, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Pengukuhan asosiasi profesi ini mengambil momentum strategis di tengah perhelatan Gebyar Kursus 2026. Di lokasi yang sama, sebanyak 4.021 alumni Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dilepas untuk mengisi posisi profesional di 11 negara. Konteks makro inilah yang menegaskan krusialnya kehadiran J-Pro. Organisasi ini tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi penyelenggara pendidikan kursus bahasa jepang, melainkan memikul mandat berat, yakni menyelaraskan kurikulum vokasi Jepang dengan kualifikasi ketat Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) internasional.

Prosesi pelantikan dan penyerahan bendara Pataka dilakukan oleh Ketua Umum Asosiasi Profesi Dr. Drs. H. M. Ali Badaruddin, S.H., M.Pd., Ph.D., dan pengukuhan disahkan langsung oleh Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI, Dr. Yaya Sutarya. Legitimasi J-Pro makin kuat karena disaksikan oleh pucuk pimpinan kementerian, yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, serta Dirjen Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin.

Dalam pidatonya, Menteri Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa para lulusan vokasi yang diberangkatkan adalah diaspora sekaligus duta bangsa. Pernyataan ini beresonansi langsung dengan visi kepengurusan J-Pro di bawah komando Ketua Umum Nur Prabandari.

Fokus J-Pro langsung mengarah pada eksekusi tiga pilar utama: peningkatan mutu standardisasi pelatihan, sinergi agresif antara pemerintah dan industri, serta penegakan etika profesi. Pilar terakhir menjadi sangat krusial demi menjaga ekosistem kelembagaan pelatihan bahasa Jepang di Tanah Air dari praktik nir-standar.

Langkah konkret J-Pro langsung terlihat melalui keterlibatan mereka sebagai mitra strategis dalam penjurian Lomba Pidato Bahasa Jepang tingkat nasional pada rangkaian acara tersebut. Upaya penguatan SDM berstandar global ini turut menuai apresiasi Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, yang menilai pendidikan non-formal kini telah berlari sejajar dengan tuntutan kualifikasi internasional.

Dengan dikukuhkannya formasi pengurus teras termasuk Ketua Pengawas Bambang Hario Prabowo, Wakil Ketua Umum Standly J.E. Suwandhi, dan Sekjen Gunawan Kresno Darmojo. J-Pro bersiap menjadi motor utama penyiapan tenaga ahli. Ini bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan pembuka era baru di mana lembaga kursus resmi menjadi jalur cepat (fast track) bagi SDM Indonesia untuk mendominasi sektor-sektor bernilai tinggi di mancanegara. (*)

Related Post