Jakarta, gradasigo - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi resmi mengawali langkah strategis tahun 2026 dengan memperkuat dua program unggulan pemberdayaan Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (ATS), Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Program ini hadir sebagai solusi konkret bagi Anak Putus Sekolah (APS) untuk mendapatkan keterampilan praktis tanpa pungutan biaya.
Sebagai langkah awal, Direktorat Kursus dan Pelatihan mengundang seluruh lembaga pendidikan non-formal dan mitra industri di Indonesia untuk mengikuti sosialisasi petunjuk teknis (juknis) penyelenggaraan yang akan digelar secara daring pada Selasa, 3 Februari 2026.
Pertemuan ini menjadi krusial karena pemerintah menargetkan sinkronisasi mekanisme pengajuan proposal agar bantuan tepat sasaran dan berdampak luas bagi kemandirian ekonomi masyarakat.
Program PKK dan PKW dirancang dengan dua jalur berbeda namun memiliki visi tunggal, pengurangan angka pengangguran melalui jalur vokasional.
Program PKK berfokus penuh pada link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). Peserta didik tidak hanya dilatih keterampilan teknis spesifik, tetapi juga dijamin mendapatkan sertifikat kompetensi hingga penyaluran kerja langsung ke perusahaan mitra.
Program PKW hadir bagi mereka yang memiliki minat di jalur mandiri. Lewat jalur ini, peserta dibekali sikap mental wirausaha, pendampingan intensif, hingga bantuan modal berupa peralatan usaha guna merintis unit bisnis yang berkelanjutan.
Program ini adalah upaya kolaborasi besar untuk memberdayakan anak muda Indonesia. Fokus utamanya adalah membekali peserta, terutama yang terkendala biaya sekolah, agar memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global maupun pasar domestik.
Guna memastikan program berjalan transparan, pemerintah telah menjadwalkan sosialisasi intensif bagi para pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di seluruh Indonesia.
Sosialisasi juknis pada 3 Februari mendatang akan dipimpin langsung oleh Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, serta jajaran Tim Kerja Program Prioritas.
Agenda tersebut akan memaparkan detail syarat pengajuan proposal melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik untuk menjaga akuntabilitas proses seleksi lembaga penyelenggara.
Dengan target sasaran utama Anak Putus Sekolah (APS) dan lulusan SMK, Kemendikdasmen berharap program PKK dan PKW tahun ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Melalui pendanaan penuh dari pemerintah, hambatan biaya pendidikan kursus kini bukan lagi halangan bagi generasi muda untuk meraih sertifikasi keahlian yang diakui industri.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan dan tautan pendaftaran sosialisasi dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi kementerian di www.kemendikdasmen.go.id.

Muhammad Sidik Kaimuddin Tomsio