News

Tingkatkan Daya Saing LKP, Sleman Perkuat Tata Kelola, Kemitraan, dan Pemasaran Digital

Tangkapan layar Bimtek Peningkatan Kompetensi LKP Kabupaten Sleman ke-2

Tangkapan layar Bimtek Peningkatan Kompetensi LKP Kabupaten Sleman ke-2

Yogyakarta, Gradasigo – Penguatan tata kelola lembaga, kemitraan dengan dunia industri, serta pemanfaatan pemasaran digital menjadi tiga fokus penting dalam upaya meningkatkan daya saing Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kabupaten Sleman. Ketiga aspek tersebut dibahas dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang menghadirkan praktisi pendidikan, dunia usaha, dan bidang pemasaran digital.

Dalam materi pengelolaan manajemen LKP, Pimpinan LKP Budi Mulia Dua, Ani Syafa’atun, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Menurutnya, lembaga kursus perlu memiliki standar tata kelola yang jelas agar penyelenggaraan pendidikan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan. Penerapan SPMI juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lembaga menghadapi proses evaluasi dan akreditasi.

Ani menjelaskan, pengelolaan LKP perlu berpedoman pada enam prinsip utama, yakni akuntabilitas, transparansi, efektivitas dan efisiensi, partisipatif, keadilan dan inklusivitas, serta berorientasi pada mutu. Standar tersebut mencakup perencanaan lembaga, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar, hingga pengelolaan operasional. Dengan tata kelola yang baik, LKP diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Sementara itu, Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, S.E., menyoroti pentingnya membangun jejaring dan kemitraan antara LKP dengan dunia industri. Ia menegaskan bahwa lembaga kursus tidak cukup hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga harus mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap diserap oleh dunia kerja. Karena itu, komunikasi dan sinergi dengan perusahaan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat, termasuk dalam membuka peluang magang dan penempatan kerja bagi lulusan.

Yudi juga mendorong LKP untuk menggali potensi ekonomi daerah, termasuk keberadaan UMKM dan sumber daya manusia di Sleman. Menurutnya, Kadin siap menjadi jembatan komunikasi antara lembaga kursus dengan berbagai sektor industri dan pihak terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang dikembangkan melalui program pelatihan.

Dari sisi pemasaran, konten kreator Aditya Setyadi, S.T., mengingatkan bahwa promosi digital LKP harus dibangun berdasarkan data, bukan sekadar mengikuti tren atau mengejar popularitas. Data mengenai usia, latar belakang pendidikan, minat, lokasi, dan kebutuhan calon peserta menjadi dasar dalam menentukan target pasar, platform, anggaran, serta jenis konten yang tepat. Ia juga memaparkan alur pemasaran digital yang dimulai dari pengumpulan dan analisis data, pembuatan konten, pengukuran hasil, hingga evaluasi dan perbaikan strategi.

Aditya turut mendorong LKP untuk menghadirkan konten yang lebih variatif, mulai dari edukasi, testimoni, informasi lembaga, hingga hiburan. Strategi tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan sekaligus menarik minat calon peserta pelatihan. Melalui penguatan manajemen, perluasan kemitraan industri, dan transformasi pemasaran digital, LKP di Sleman diharapkan semakin adaptif serta mampu meningkatkan kualitas lulusan dan daya saing di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja.

 

Related Post