Infografis

Kemendikdasmen Targetkan 21 Ribu Anak Putus Sekolah dan Pengangguran Tembus Dunia Kerja dan Berwirausaha

Image

Kemendikdasmen Targetkan 21 Ribu Anak Putus Sekolah dan Pengangguran Tembus Dunia Kerja dan Berwirausaha 2026

Jakarta, gradasigo – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah Tahun 2026, sebuah langkah strategis untuk mengentaskan pengangguran dengan target lebih dari 21.000 anak tidak sekolah (ATS) dan masyarakat pengangguran agar mampu menembus dunia kerja serta wirausaha.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/2), menegaskan bahwa pelaksanaan program tahun ini menitikberatkan pada perluasan akses dan keberpihakan bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan maupun pelatihan ketenagakerjaan. 

Fokus kebijakan diarahkan pada wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah pascabencana, hingga kebijakan afirmasi khusus untuk wilayah Papua serta daerah lain dengan pertimbangan khusus.

Melalui Juknis 2026, pemerintah berupaya mereplikasi kesuksesan tersebut pada skala yang lebih luas melalui dua skema utama, Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

Berikut adalah perbandingan target dan fokus kedua program tersebut:

Komponen

Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK)

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW)

Target Peserta

ATS & Pengangguran (17–25 Tahun)

ATS & Pengangguran (15–25 Tahun)

Fokus Utama

Pelatihan kompetensi sesuai kebutuhan industri

Penumbuhan jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal

Output Utama

Kesiapan kerja dan penempatan di mitra industri

Kemandirian ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja

Untuk tahun anggaran 2026, Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK) menargetkan total sasaran mencapai lebih dari 21.000 peserta didik. 

Secara rinci, Program PKK diproyeksikan menjaring 12.780 peserta untuk dibekali keahlian teknis yang selaras dengan kebutuhan pasar global. 

Sementara itu, Program PKW ditargetkan mencapai 8.730 peserta, yang selain mendapatkan pelatihan keterampilan, juga akan menerima dukungan alat usaha dan pendampingan berkelanjutan untuk merintis usaha mandiri.

Guna menjamin mutu lulusan dan akuntabilitas program, Kemendikdasmen menerapkan standar kualifikasi ketat bagi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang bertindak sebagai penyelenggara. 

Lembaga wajib mengantongi izin operasional yang sah, memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta telah beroperasi aktif minimal selama satu tahun. 

Selain itu, aspek sumber daya manusia menjadi perhatian utama; instruktur pengajar harus memiliki sertifikat kompetensi yang relevan atau pengalaman profesional yang diakui secara luas di dunia kerja dan industri.

Yaya Sutarya menginstruksikan seluruh lembaga penyelenggara untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra industri, mulai dari tahap penyusunan kurikulum pelatihan, penyediaan tempat praktik atau magang, hingga memastikan adanya mekanisme penempatan kerja yang jelas bagi para lulusan.

"Pendidikan nonformal kami dorong menjadi jembatan nyata sebagai solusi atas persoalan pengangguran, guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat," ujar Yaya. 

Yaya menambahkan bahwa Juknis 2026 disusun secara komprehensif untuk memastikan seluruh intervensi pemerintah berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia nasional. (*)

Berita Terkini

LSK Hipnoterapi Indonesia berkolaborasi dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI siap menyelenggarakan workshop daring berskala nasional untuk membenahi tata kelola kursus hipnoterapi agar lebih legal dan profesional. Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, dijadwalkan hadir sebagai narasumber utama dalam agenda yang disiarkan via Zoom dan YouTube ini. (Foto: Dok LSK Hipnoterapi)

Lembaga Sertifikasi Hipnoterapi Indonesia Gelar Wo...

Jakarta, Gradasigo - Di tengah menjamurnya praktik pengobatan alternatif, jaminan legalitas dan mutu lembaga pelatihan hipnoterapi kini mendesak untuk...

Alumni Program PKW LKP Digitalindo Academy, yang berkolaborasi dengan Kemendikdasmen, kini resmi menjadi Konten Kreator di Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI). (Foto: Dok LKP Digitalindo Academy)

Lulusan Kursus PKW LKP Digitalindo Academy Tembus...

Jakarta, Gradasigo - Kompetensi digital kini bukan lagi sekadar pelengkap resume, melainkan tiket emas menuju panggung profesional yang prestisius. Bu...

Peserta PKW LKP Dawan Education Center Batang terjun langsung ke lapangan untuk menyerap ilmu pengelolaan bisnis dari para pelaku UMKM. (Foto: Dok LKP DEC Batang)

Gandeng UMKM Lokal, Kursus Desain Grafis Batang Ce...

Batang, Gradasigo — Sertifikat di atas kertas kini kalah seksi dibanding aksi nyata di lapangan. Realitas inilah yang mendasari LKP Dawan Education Ce...

Cape Verde pertama kalinya tampil di ajang Piala Dunia (Gambar: Ilustrasi/Gradasigo)

Sejarah Baru dari Negara Kepulauan Terkecil! Kenal...

Pernah dengar soal Cape Verde (Tanjung Verde)? Negara kepulauan kecil nan indah dengan budaya kreol di lepas pantai Afrika Barat ini lagi jadi sorotan...

Pemerintah kini semakin serius menata ekosistem ekonomi kreatif digital. Berdasarkan aturan terbaru, kreator yang menjadikan platform media sosialnya sebagai aktivitas usaha, kini wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). (Gambar Ilustrasi AI/Gradasigo)

Ngonten Kini Jadi Profesi Resmi, Kreator Konten Wa...

Jakarta, Gradasigo - Menjamurnya profesi kreator konten di tanah air resmi mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Berdasarkan penyesuaian regul...