Yogyakarta, Gradasigo – Di balik aroma nasi goreng yang mengepul dari dapur Depot Kak Mawan, tersimpan perjalanan panjang tentang perjuangan, keberanian, dan keinginan untuk memulai kembali. Usaha kuliner yang kini dikenal di Jalan Asahan No. 20, Kota Madiun, tersebut lahir dari perjalanan hidup Hermawan Notoprawiro setelah melewati masa sulit dalam kehidupannya.
Pada September 2019 hingga April 2020, Hermawan harus menjalani pengobatan kemoterapi akibat Limfoma Non-Hodgkin (LNH). Kondisi tersebut membuatnya harus mengundurkan diri dari perusahaan otomotif tempatnya bekerja. Setelah melewati masa pengobatan, ia kemudian memutuskan untuk memulai perjalanan baru dengan membangun usaha kuliner dari rumah.
Keputusan itu diwujudkan pada 16 Agustus 2020 melalui pembukaan Kak Mawan dengan sistem pelayanan take away. Pada awalnya, pelanggan hanya dapat memesan makanan untuk dibawa pulang. Namun, meningkatnya permintaan dari teman-teman dan konsumen yang menginginkan tempat untuk menikmati hidangan secara langsung mendorong Hermawan mengembangkan usahanya. Hingga akhirnya, pada 15 Mei 2021, Kak Mawan berpindah ke Jalan Asahan No. 20, Madiun, dan mulai melayani pelanggan dengan konsep dine-in.
Nama Kak Mawan sendiri memiliki cerita tersendiri. Ketika mencari nama untuk depotnya, Hermawan teringat kebiasaannya bersama teman-teman yang saling menyapa dengan panggilan “Kak”. Sementara itu, kata “Mawan” diambil dari nama yang diberikan orang tuanya. Perpaduan kedua kata tersebut kemudian dipilih sebagai identitas usaha yang diharapkan membawa keberuntungan.
Salah satu menu yang menjadi andalan adalah Nasi Goreng Ubud Premium. Menu ini terinspirasi dari pengalaman Hermawan saat berlibur di sebuah vila di Ubud, Bali. Ketika itu, ia diminta keluarga untuk menyiapkan sarapan. Dari pengalaman tersebut, ia melihat sajian nasi goreng yang hampir selalu hadir dalam menu sarapan di Ubud memiliki tampilan dan karakter tersendiri. Pengalaman itulah yang kemudian menjadi inspirasi untuk menghadirkan Nasi Goreng Ubud Premium di depotnya.
Kak Mawan juga berupaya membangun identitas melalui konsep warna ungu serta pemilihan bumbu dan bahan makanan berkualitas tinggi. Hermawan ingin menghadirkan karakter rasa dan pengalaman bersantap yang berbeda dari sajian nasi goreng pada umumnya. Kini, Kak Mawan tidak sekadar menjadi tempat menikmati hidangan, tetapi juga menjadi wujud perjalanan seorang pengusaha yang memilih bangkit dan membangun sesuatu dari awal.

Muhammad Fatah - Kontributor