Yogyakarta, Gradasigo – Dunia kuliner seolah tidak pernah kehabisan cara untuk menghadirkan sesuatu yang baru. Belakangan, perpaduan krim pistachio dan kunafa menjadi salah satu kombinasi yang mencuri perhatian pencinta makanan manis. Dari cokelat batangan hingga Dubai Chewy Cookie, olahan dengan cita rasa khas Timur Tengah ini berkembang menjadi tren dessert yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Popularitasnya berawal dari Dubai Chocolate, cokelat yang memadukan lapisan cokelat dengan isian krim pistachio dan kunafa atau kataifi yang renyah. Kombinasi tersebut menghadirkan sensasi berbeda dalam satu gigitan, mulai dari lembutnya krim, gurihnya kacang pistachio, hingga tekstur renyah dari helaian pastry tipis. Tren ini semakin dikenal secara global setelah berbagai video ulasan dan pengalaman mencicipinya menyebar luas di media sosial.
Menurut laporan WGSN pada Juni 2025, tagar #DubaiChocolate telah mengumpulkan sekitar 13,8 miliar tayangan di TikTok selama Januari hingga Maret 2025. Popularitas tersebut mendorong berbagai pelaku industri makanan untuk menghadirkan kreasi serupa dalam bentuk dan rasa yang lebih beragam. Pistachio dan kunafa pun tidak lagi hanya ditemukan dalam cokelat, tetapi mulai diadaptasi ke berbagai produk dessert.
Perkembangan berikutnya terlihat di Korea Selatan melalui kemunculan Dubai Chewy Cookie atau yang dikenal dengan sebutan Dujjonku. Berbeda dari cokelat Dubai, camilan ini memiliki bagian luar yang kenyal dari olahan marshmallow berbalut cokelat, sementara bagian dalamnya berisi krim pistachio dan kataifi yang renyah. Perpaduan tekstur tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama ketika kue dibelah dan memperlihatkan isian di bagian tengahnya.
Fenomena Dubai Chewy Cookie bahkan berkembang menjadi perbincangan besar di Korea Selatan. Kantor berita Yonhap pada 4 Februari 2026 melaporkan antrean pembeli di sejumlah toko roti serta meningkatnya permintaan terhadap camilan tersebut. Popularitasnya juga mendorong pelaku usaha menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari donat hingga produk makanan lain yang terinspirasi dari kombinasi pistachio dan kunafa.
Di Indonesia, tren serupa mulai mendapatkan tempat di tengah masyarakat. ANTARA dalam pemberitaannya pada 3 April 2026 mencatat Dubai Chewy Cookie menjadi salah satu camilan yang ramai dibicarakan melalui konten ASMR di media sosial. Selain produk siap santap, sejumlah pelaku usaha lokal juga mengembangkan kreasi lain, seperti brownies, mochi, donat, risol, hingga es krim dengan sentuhan rasa pistachio dan kunafa.
Daya tarik dessert ini tidak hanya terletak pada rasa manis dan gurihnya, tetapi juga pengalaman ketika menyantapnya. Bagian luar yang lembut atau kenyal berpadu dengan isian creamy dan renyah sehingga menciptakan sensasi tekstur yang berbeda. Tampilan warna hijau pistachio yang kontras dengan cokelat juga membuatnya menarik untuk diabadikan dan dibagikan melalui media sosial.
Meski demikian, tren kuliner ini memperlihatkan bahwa inovasi makanan tidak selalu harus menghadirkan bahan yang sepenuhnya baru. Perpaduan bahan, tekstur, tampilan, dan cara penyajian dapat menciptakan pengalaman berbeda yang menarik perhatian konsumen. Dari Dubai Chocolate hingga Dubai Chewy Cookie, pistachio dan kunafa menjadi contoh bagaimana sebuah kreasi dessert dapat berkembang melintasi negara dan melahirkan berbagai inovasi baru di dunia kuliner. (*)

Muhammad Fatah - Kontributor