News

Ketua Umum Asprof, Ali Badaruddin Bersama Mendikdasmen Lepas 2.883 Alumni PKK Tembus Pasar Kerja Eropa Hingga Asia

Ketua Umum Asprof, Ali Badaruddin, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) berfoto bersama perwakilan peserta didik kursus dalam acara pelepasan alumni Program Kecakapan Kerja (PKK) di Jakarta, Kamis (17/9). (Foto: Dok Kemendikdasmen)

Ketua Umum Asprof, Ali Badaruddin, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) berfoto bersama perwakilan peserta didik kursus dalam acara pelepasan alumni Program Kecakapan Kerja (PKK) di Jakarta, Kamis (17/9). (Foto: Dok Kemendikdasmen)

Jakarta, Gradasigo - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 2.883 alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dari 20 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di luar negeri. Pelepasan simbolis dilaksanakan di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta.
 
Acara pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Ketua Umum Asosiasi Profesi, Dr. H. Drs. M. Ali Badaruddin, S.H., M.M.
 
Ribuan alumni ini akan diberangkatkan ke empat negara tujuan utama: Bulgaria sebanyak 1.831 orang, Jepang 692 orang, Turki 212 orang, dan Malaysia 76 orang. Hal ini membuktikan bahwa lulusan kursus vokasi Indonesia mampu bersaing dan menembus pasar kerja global.
 
Dr. Ali Badaruddin dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas konsistensi Kemendikdasmen dalam menghubungkan keterampilan vokasi dengan kebutuhan industri internasional.
"Ini adalah bukti bahwa pendidikan nonformal adalah jalan strategis untuk menciptakan SDM unggul. Bersama Kemendikdasmen, kami di Asosiasi Profesi berkomitmen untuk terus mengawal agar lulusan PKK tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi menjadi duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia," ungkapnya.
Mendikdasmen dalam sambutannya berpesan agar para alumni menjaga profesionalisme, etos kerja, dan menjadi talenta global yang membanggakan.
 
Program PKK tercatat memiliki tingkat keterserapan kerja yang tinggi, dimana 83% lulusan telah bekerja di dalam dan luar negeri berdasarkan Tracer Study 2025. (*)

Related Post