News

Direktur Kursus Kemendikdasmen Dorong Perguruan Tinggi Nasional Tiru Model Kolaborasi LSK di Atma Luhur

Dr. Yaya Sutarya, M.Pd., Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI di Gedung Graha Sasana Kasih ISB Atma Luhur, Jumat (13/2/2026). 

Dr. Yaya Sutarya, M.Pd., Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI di Gedung Graha Sasana Kasih ISB Atma Luhur, Jumat (13/2/2026). 

Pangkalpinang, Gradasigo – Pangkalpinang resmi bertransformasi menjadi pusat komando strategi pendidikan digital nasional seiring kunjungan kerja Dr. Yaya Sutarya, M.Pd., Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI, ke Gedung Graha Sasana Kasih ISB Atma Luhur, Jumat (13/2/2026). 
 
Kehadiran pucuk pimpinan vokasi non-formal ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah terobosan nasional dalam memvalidasi integritas kompetensi digital Indonesia melalui penandatanganan kerja sama pemagangan Industri Digital AI.
 
Didampingi oleh Rektor ISB Atma Luhur, Prof. Ir. Wendi Usino, MM., M.Sc., Ph.D, kunjungan ini menetapkan standar baru dalam ekosistem pendidikan tinggi.
 
Dr. Yaya menegaskan bahwa ISB Atma Luhur merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang telah bekerja sama secara langsung dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), menjadikannya pilot project nasional bagi integrasi kurikulum akademik dan kompetensi industri.
 
Dalam sambutan kuncinya, Dr. Yaya Sutarya membedah kelemahan rekrutmen konvensional di mana ijazah seringkali gagal mencerminkan kecakapan nyata. 
 
Beliau menyoroti bahwa mahasiswa Atma Luhur memiliki keunggulan mutlak, kepemilikan ganda berupa ijazah akademik dan sertifikat kompetensi berlogo Garuda dari LSK-TIK.
 
"Kalau saya jadi direktur sebuah perusahaan, pasti saya akan memilih mahasiswa Atma Luhur karena saya tidak perlu menguji mereka lagi. Ujiannya sudah dilakukan secara komprehensif oleh pakar di sini. Bahkan, jika dibandingkan dengan standar internasional sekalipun, saya menilai standar LSK-TIK ini jauh lebih unggul," tegas Dr. Yaya. 
 
Beliau juga mendorong perguruan tinggi lain di Indonesia untuk melakukan studi banding dan mengikuti jejak kolaborasi Atma Luhur.
 
Langkah strategis di Pangkalpinang ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan makro pemerintah. 
 
Dr. Yaya mengungkapkan bahwa pemerintah tengah memfinalisasi Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri yang akan mengatur standardisasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) dari jenjang pra-sekolah hingga pendidikan non-formal.
 
Transisi ini didukung oleh Permendikdasmen No. 24 Tahun 2025 yang memperkokoh legalitas lembaga kursus dalam struktur kurikulum formal. Sepanjang tahun 2025, pemerintah telah melatih lebih dari 200.000 guru untuk mengadopsi materi coding dan AI, di mana ISB Atma Luhur kini berperan sebagai "laboratorium hidup" bagi kebijakan pusat tersebut.
 
Sertifikasi Computer Literate Certified Professional (CLCP) kini telah resmi diakui sebagai gelar non-akademik dan instrumen MikroKredensial dalam Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). 
 
Bukti kepercayaan publik terlihat dari langkah institusi besar seperti IAIN SAS Babel dan Universitas Bangka Belitung (UBB) yang mulai mengirimkan dosen mereka untuk mengikuti uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK-TIK) Atma Luhur.
 
Selain standardisasi, visi mencetak "Gen Z TechnoPrenuer" diperkuat melalui perangkat riset pasar internasional berbasis data yang diperkenalkan oleh Marcel Christianis.
 
Mahasiswa diarahkan untuk membangun bisnis digital berbasis data presisi, bukan sekadar mengikuti tren spekulatif.
 
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi terhadap integritas vokasi, Kemendikdasmen memberikan penghargaan dan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp7,5 juta kepada empat pengelola TUK-TIK terbaik nasional tahun 2025:
 
1. TUK-TIK Atma Luhur (Sumatera/Bangka Belitung)
2. TUK-TIK Solocom (Jawa)
3. TUK-TIK BEC Mempawah (Kalimantan)
4. TUK-TIK Prima Komputer (Sulawesi/Timur)
 
Acara diakhiri dengan penekanan tombol aplikasi SISKOMTIK secara simbolis oleh Dr. Yaya Sutarya, menandai dimulainya ujian MikroKredensial bagi 50 peserta pertama.
 
Momentum ini mengukuhkan posisi Pangkalpinang sebagai pusat penguatan kompetensi digital nasional yang memastikan lulusan Indonesia mampu bersaing di panggung global dengan landasan integritas teknologi yang tak tergoyahkan. (*)

Related Post