Surabaya, gradasigo — Generasi Digital Indonesia (GRADASI) Pengurus Daerah Jawa Timur menggelar Forum Group Discussion (FGD) dan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Tahun 2026 dengan tema utama “Peran GRADASI Jawa Timur dalam Mendukung Talenta Digital Jatim Mendunia”. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, di Gedung Sabha Nugraha, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Agenda ini menjadi momentum strategis konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan roadmap penguatan talenta digital Jawa Timur agar mampu bersaing di tingkat global.
Hadirkan Pemangku Kepentingan Kunci
FGD menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya:
- Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur.
- Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
- Dr. Finsensius Yuli Purnama S.Sos., M.Med.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya.
Kehadiran unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi ini mempertegas bahwa pengembangan talenta digital bukan agenda sektoral, melainkan kerja kolaboratif lintas bidang.
Tiga Pilar Strategis Talenta Digital
Diskusi berlangsung produktif dan mengerucut pada tiga pilar utama:
1. Penguatan Ekosistem Pendidikan Digital
Literasi digital harus diperluas hingga ke sekolah dan perguruan tinggi. Kurikulum berbasis kebutuhan industri digital menjadi urgensi, termasuk penguatan kompetensi keamanan siber, kreator konten, hingga teknologi terapan.
2. Akselerasi Sertifikasi dan Standarisasi Kompetensi
Talenta lokal perlu dibekali sertifikasi yang diakui industri dan pasar global. GRADASI Jatim berkomitmen menjadi jembatan antara pelatihan, asesmen kompetensi, dan kebutuhan dunia kerja.
3. Digitalisasi UMKM dan Sektor Produktif
Transformasi digital tidak berhenti di ruang kelas. UMKM, pertanian, dan ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari gerakan digitalisasi agar dampaknya nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
RAKERDA: Dari Wacana ke Aksi Nyata
RAKERDA menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk:
1. Penyusunan program kerja berbasis data potensi talenta di kabupaten/kota
2. Penguatan struktur DPC untuk memperluas jangkauan program
3. Kolaborasi aktif dengan dinas pendidikan dan institusi pelatihan
4. Pengembangan inkubasi talenta digital muda
Ketua DPD GRADASI Jawa Timur menegaskan bahwa organisasi harus bergerak sistematis, terukur, dan berdampak. “Talenta digital Jatim harus siap tampil di panggung dunia, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta inovasi,” ujarnya.
Optimisme Jawa Timur Mendunia
Dengan semangat Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, GRADASI Jatim menempatkan pengembangan SDM digital sebagai prioritas jangka panjang. FGD dan RAKERDA 2026 ini menjadi fondasi penguatan ekosistem talenta digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Forum ini menegaskan satu hal:
Jawa Timur tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah orkestrasi, kolaborasi, dan konsistensi.
Dan dari Surabaya, pesan itu digaungkan— Talenta Digital Jatim siap mendunia.

Kusbeni Abdulloh